Ni Komang Kartika
Segalanya Dapat Menjadi Mungkin dengan Usaha
Karya
Thailand Series 2, Gelang Takdir, Dari demokrasi ke tragedi, politik,konflik nan menggelitik, inovasi material dari cangkang keong mas, Riset unik budaya bali, Pageblug covid-19 Datang, Generasi Post Milenial Meradang, Titik Kelabu, Denpasar Kotaku
Bio Penulis
Wajahnya terlihat begitu polos. Keramahannya kian membuatnya menarik. Menyapa semua orang yang berada di dekatnya. Senyuman manis menambah kecantikan di wajahnya. Siapa dia?
Ni Komang Kartika, begitulah namanya. Wanita berambut hitam ini telah menekuni bidang tulis-menulis sedari kecil. Sudah 10 buku yang berhasil ia buat hingga tahun ini. Delapan diantaranya dihasilkan tahun 2020. Tahun dimana ruang gerak jadi terbatas akibat merebaknya Sars-CoV-2, namun rupanya hal itu tak berlaku untuk Kartika. Sementara dua buku lainnya ditulis ketika dirinya masih duduk di bangku kelas XI. Perempuan berusia 17 tahun ini memilih menjadi penulis karena ia sering melihat karya-karya dari sang kakak semenjak SD, hal ini menarik perhatian sekaligus memotivasi dirinya untuk terjun ke bidang jurnalistik.
Salah satu karya yang berhasil membuatnya terkesan adalah buku Gelang Takdir. Banyak tantangan yang harus ia hadapi ketika membuat buku yang satu ini. “Waktu itu aku gak kepikiran buat buku dalam tiga hari. Tiga hari itu aku full berada di depan laptop padahal saat itu aku harusnya menjadi koor liputan namun aku dibebaskan dari tugas dan aku harus benar-benar fokus untuk buku itu,” tutur perempuan yang akrab dipanggil Kartika. Apa yang berhasil dicapai Kartika menjadi tamparan bagi kita semua jika tak ada hal yang mustahil tuk dilakukan apabila kita mau berusaha.
Baginya, ada hal berat yang ia rasakan ketika menulis. Salah satunya membuat kalimat pertama agar dapat membuat orang lain tertarik. Hal ini acap kali membuatnya memakan waktu lama dalam pengerjaan karya-karyanya. Alhasil semenjak itu ia mulai belajar untuk menulis cepat dan mengedit belakangan.
Selama menjadi penulis, gadis pecinta drama korea ini merasa bahwa dirinya sangat beruntung. Dengan menulis wawasannya menjadi bertambah. Tak hanya itu, menurut Kartika dirinya jadi mampu menganalisa dan mengatasi masalah karena menulis. Melalui menulis, gadis berparas ayu itu juga dapat memberi informasi yang bermanfaat kepada orang-orang sekitarnya. (ksp)