1609080819_5c99b4778e25202950e3.jpg

Gadis Berkacamata Dan Impiannya

Penulis

layouter

desainer_cover

penerbit

alamat_penerbit

tebal_buku

edisi

tahun_terbit

Judul : Mencari Sekolah Manusia 

Penulis : Galuh Sri Wedari 

Penerbit : Madyapadma Journalistic Park SMA Negeri 3 Denpasar 

Edisi : 1

 Tebal buku : 65 halaman 

Tahun Terbit : 2017 

Buku dengan judul “Mencari Sekolah Manusia” karya Galuh Sri Wedari merupakan buku non fiksi yang menceritakan tentang kondisi pendidikan di Indonesia. Pendidikan di Indonesia kerap kali hanya mementingkan nilai akademik semata, sedangkan prestasi non akademik seolah tiada arti. Buku terbitan tahun 2017 ini terbagi atas tujuh bab. Bab pertama berjudul Mencari Sekolah Manusia, bab kedua berjudul Memanusiakan Manusia, bab ketiga berjudul Belajar dari Ki Hajar Dewantara, bab kelima berjudul Gadis Berkacamata dan Impiannya, bab keenam Perkenalkan Aku, Ikan, dan bab ketujuh berjudul Reformasi Pendidikan Indonesia: Pendidikan yang Membebaskan Menuju Indonesia Merdeka! Pada buku ini, penulis berhasil mengemas realita mengenai lika-liku pendidikan Indonesia menjadi kisah-kisah yang amat menarik. Bukan tanpa alasan buku ini dibuat, penulis menaruh harapan dan hendak memberi pengaruh baik kepada pendidikan bangsa kedepannya. 

Bab kelima dengan judul Gadis Berkacamata dan Impiannya menceritakan sosok pelajar berprestasi yang mengabdikan dirinya untuk sekolah tempat dirinya mengenyam pendidikan. Cok Laksmi Pradna Paramitha dan Ni Putu Intan Apsari merupakan siswi berprestasi yang sering mengikuti kompetisi penelitian hingga kancah Internasional. Awalnya Cok Laksmi berpikir dengan lolosnya ia menjadi juara, universitas impian sudah berada di tangannya. Namun ternyata perjalanannya tidak semulus itu. Apa yang dipikirkannya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pemerintah memberikan dua jalur untuk masuk ke perguruan tinggi negeri, yaitu dengan jalur SNMPTN dan SBMPTN. Kedua siswi ini beranggapan bahwa pembatasan siswa yang boleh mengikuti jalur SNMPTN tidak tepat. Lantas, apa yang membuat keduanya berpikir demikian? 

Buku ini begitu menarik untuk dibaca. Alur yang mudah dipahami juga diksi yang bervariasi membuat buku terbitan Madyapadma ini begitu apik. Penulis juga menyertakan fakta dan data di tiap tulisannya. Meski begitu, terdapat cukup banyak kesalahan dalam pengetikan. Kendati demikian, secara keseluruhan sayang apabila kita tak membaca buku bertajuk pendidikan ini. (Chika Fanaya Kinanta)