Pertemuan Pertama
Penulis
layouter
desainer_cover
penerbit
alamat_penerbit
tebal_buku
edisi
tahun_terbit
Judul Buku : Kakak Kelas
Penulis : Kadek Pingetania
Penerbit : Bintang Media
Tahun Terbit : 2017
Tebal buku : 312 halaman
ISBN : 978-602-6940-52-0
Berbicara mengenai sekolah, tidak akan pernah terlepas dari namanya kakak kelas. Kakak kelas sendiri merupakan salah satu panggilan yang digunakan kepada orang yang lebih tua di sekolah. Setiap kakak kelas pasti memiliki kepribadian ataupun perilaku yang berbeda-beda. Hal ini mendorong penulis untuk membuat novel dengan judul “Kakak Kelas”.
Novel ini menceritakan tentang kisah antara gadis perempuan yang bernama Diandra Evilia Agatha dengan kakak kelas satu tingkat di atasnya yang bernama Davendi Mahendra. Kisah pertamanya dimulai ketika kali pertama Diandra masuk ke sekolah SMA Garuda. Ketika menjalani MOS, Dave langsung tertarik dengan anak baru yang dia kenal yaitu Diandra atau yang sering dipanggil Rara. Dipertemuan itu Dave berusaha untuk selalu mendekati Diandra yang sedikit agak cuek dengannya.
Karena ketertarikannya terhadap Diandra. membuat Dave selalu memantau dirinya. Bukannya suka, Diandra justru risih bahkan merasa jengkel karena sikapnya itu. Dengan kepercayaan diri Dave, ia meminta Diandra untuk menjadi pacarnya sampai 3 kali namun Diandra menolaknya terus. Akan tetapi. keuntungan sedang berpihak pada Dave. Di satu sisi Diandra juga mendapat cobaan dari gurunya yaitu harus mengajarkan Dave sampai nilainya membaik karena Diandra dikenal sebagai salah satu murid yang berprestasi. Jika Diandra menolak maka nilai dia akan menjadi taruhannya. Semenjak itu Diandra menjadi lebih dekat dengan Dave dan mulai sedikit tertarik dengannya. Perlahan-lahan Diandra mulai menyukai Dave dan mereka berdua ingin lanjut ke jenjang lebih serius, akan tetapi terhambat oleh kedua orang tua mereka.
Buku yang berjudul “Kakak Kelas” ini hadir dengan gaya bahasa yang dominan santai atau tidak kaku sehingga pembaca dapat merasa nyaman membacanya. Ditambah desain cover yang bagus dapat menarik perhatian pembaca. Namun, sangat disayangkan karena ending cerita ini mudah ditebak atau dapat dikatakan terlalu mainstream. Meskipun demikian, dibalik itu semua buku ini menggambarkan kehidupan anak-anak di sekolah serta mengajarkan pentingnya belajar untuk mendapat nilai yang terbaik. (Ni Wayan Kusuma P.)